APAKAH SANG LEGENDA POKER – PHIL IVEY MELAKUKAN KECURANGAN

Pada awal tahun 2012 silam, terdapat kasus di dunia Poker yang sangat heboh. Yaitu antara pihak kasino dengan sang legenda Poker Phil Ivey. Apa yang terjadi diantara mereka sebenarnya hingga permasalahan ini sampai ke meja polisi New York City? Menurut kabar yang dilansir oleh New Jersey Law Journal, Kasino Borgata secara resmi menggugat Phil Ivey dalam kasus kemenangannya senilai US$ 9,6 juta di meja Baccarat. Kasino Borgata menggugat sang legenda Poker tentu punya alasan tersendiri, pihak kasino menuduh bahwa Ivey telah mengeksploitasi kelemahan manufaktur pada kartu Baccarat selama empat sesi pertandingan di Kasino Borgata. Borgata juga mengklaim bahwa Ivey mampu melihat variasi kecil dalam pola kartu Baccarat yang disebut dengan istilah “edge sorting”. Sontak hal ini dibantah keras oleh Phil Ivey dengan mengatakan di hadapan publik, “Saya sangat sedih bahwa Borgata telah menuntut saya, dan saya pun tidak ada pilihan lain selain melanjutkan tindakan hukum menyusul keputusan pihak Borgata untuk menahan kemenangan saya. Saya punya rasa hormat yang banyak kepada pihak Kasino Borgata, selama bertahun-tahun saya telah menang dan kalah dalam jumlah yang banyak di kasino ini, tapi itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap dia (kasino). Yang jelas, saya telah bermain fair”. Namun sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kebenaran kasus tersebut, apakah Phil Ivey terlibat kasus “edge sorting” atau tidak.

Setelah menilik dari kasus Phil Ivey, saya berani berasumsi bahwa sang legenda Poker tersebut tidaklah salah. Tetapi maaf sebelumnya, saya bukanlah seorang pengacara atau hakim ataupun pengamat Poker dunia tetapi tidak ada salahnya bagi saya untuk menguak peristiwa apa yang terjadi dengan Ivey. Berikut ini akan saya sajikan di bawah 10 alasan bahwa Ivey tidak melakukan trik curang saat bermain Poker, diantaranya adalah :

  1. Kasino bertanggung jawab untuk menjaga informasinya dari para pemain

Jika Dealer Blackjack secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa kartu pertama adalah Love dan Ace saat taruhan masih terbuka, apakah pemain yang mendengarnya disebut curang? Itu tidak curang. Dalam kasus Ivey, pihak Borgata menggunakan peralatan yang tidak sempurna dan dari hal itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh Ivey untuk mendapatkan peluang menang. Dan itu merupakan kesalahan dari manajemen permainan kasino.

  1. Kasino menggunakan kartu yang cacat

Yang harus disalahkan dalam control kualitas kasino disini adalah sosok kartu tersebut. Kasino tidak sadar telah menggunakan kartu yang cacat, dan hal ini segera diketahui oleh Ivey yang tak lama kemudian dimanfaatkannya juga. Seperti yang kita ketahui, kasino akan melakukan segala sesuatu cara “licik” untuk bisa “memeras” pemainnya bukan ? Namun kali ini, pihak kasino justru menggugat orang yang diklaim telah bermain “licik” di tempatnya. Kedengarannya agak munafik ya.

  1. Ivey tidak menandai kartu

Jika Ivey secara fisik menandai kartu, itu jelas kecurangan. Tetapi sebaliknya, rekan Ivey yang bernama Cheng Yin Sun hanya meminta Dealer untuk mengubah kartu, dalam satu arah ke arah yang lain agar kartu terlihat mudah diidentifikasi. Karena posisi kartu sudah diubah Dealer, dimana letak kecurangannya?

  1. Dealer tidak sanggup memenuhi permintaan

Inilah yang jadi perbedaan utama. Dealer tidak perlu memenuhi permintaan Sun atau mungkin lebih pentingnya pihak Kasino yang harus memberitahu Dealer agar tidak perlu mematuhi.

  1. Tehnik Shuffler kartu bukan “Tehnik Curang”

Klaim yang paling konyol dalam gugatan Borgata adalah bahwa Ivey menggunakan tehnik Shuffler kartu otomatis yang disebut “tehnik curang”. Menurut hukum permainan New Jersey, tehnik curang ini termasuk perangkat komputerisasi, elektronik, listrik atau mekanis yang dirancang, dibangun, atau diprogram khusus untuk digunakan dalam memperoleh keuntungan dalam bermain judi apapun di dalam kasino atau fasilitas simulasi berlisensi pemerintah. Tehnik Shuffle digunakan untuk mengocok kartu, hal ini tidak dirancang untuk memperoleh keuntungan.Bacc 1

  1. “Keliru motif” yang disampaikan

Penalaran Ivey untuk semua persyaratan yang diletakkan adalah bahwa ia percaya akan takhayul. “Saya percaya takhayul. Saya percaya ketika saat bermain judi, saya mungkin akan kalah dan akan menang. Saya bisa mendapatkan keuntungan atau kesempatan dalam bermain itu berkat takhayul dalam diri saya”, jelas Ivey. “Mungkin disini terdapat kekeliruan motif yang disampaikan oleh pihak Borgata terhadap saya”, tambahnya.

  1. “Menipu saya sekali, anda harus malu. Menipu saya sebanyak empat kali, maka saya-lah yang harus malu” – George W. Bush

Dari kutipan kata-kata mantan Presiden AS, George W. Bush ini tepat menggambarkan diri Borgata. Justru pihak Borgata-lah yang memungkinkan Ivey untuk mengatur hal ini sendiri, seperti pihak Borgata menyatakan kemenangan Ivey pertama senilai US$ 2,4 juta, kemudian mereka membiarkan Ivey kembali lagi untuk berjudi di bawah persyaratan yang sama sebanyak tiga kali. Terakhir, pihak Borgata bahkan membiarkan Ivey meningkatkan taruhan maksimumnya dari US$ 50.000 menjadi US$ 100.000. Borgata haruslah malu dengan kelakuannya sendiri.

  1. Ivey berjudi di jalan yang benar

Gugatan Borgata terhadap Ivey yang mengklaim bahwa “Ivey berhasil memanipulasi permainan Baccarat dengan mencabut element permainan yang penting secara kebetulan”. Namun faktanya gugatan tersebut tidaklah benar, Ivey hanya berhasil membalik peluangnya dari 1,06 % menjadi 6,765 % yang kemudian menjadi keuntungannya. Dalam bermain kartu, kesempatan dari 1,06% diubah menjadi 6,765% adalah suatu hal yang berarti bagi pemain kartu namun hal ini bukan jaminan bahwa ia akan menang kata dari agen sbobet terpercaya.phil-ivey-borgata-casino

  1. Jika Ivey telah kehilangan uangnya, apakah pihak kasino masih akan menggugat ?

Disini adalah pertanyaan yang menjebak. Kita tahu bahwa Ivey adalah seorang penjudi pro yang setiap harinya dilakukan dengan berjudi. Jika keadaannya seperti ini, Ivey sedang bermain di meja Baccarat dengan tehnik Shuffle kartu otomatis yang dianggap “curang” oleh pihak Kasino namun Ivey kurang beruntung sehingga kalah taruhan dalam jumlah besar. Pertanyaannya, apakah pihak Borgata masih akan menuntut Ivey ? Silahkan anda yang menjawab sendiri.

  1. Pihak Borgata menyetujui persyaratan Ivey

Ini adalah salah satu argumen yang paling penting. Borgata menyetujui persyaratan Ivey. Kasino selalu bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil dalam menjalankan permainan. Jika pihak Borgata memutuskan sesuatu untuk menjalankan permainan sedemikian rupa dan seorang pemain yang profesional mampu memanfaatkan keadaan, itu adalah kesalahan kasino sendiri. Borgata terlihat seperti menjilat ludahnya sendiri dan dalam kasus ini jelas akan membunuh reputasi kasino tersebut.

Itulah 10 alasan saya yang bisa menjelaskan kenapa Phil Ivey tidak melakukan trik curang seperti apa yang dikatakan oleh kasino Borgata terhadapnya. Namun yang jelas, kita serahkan saja kasus ini kepada pihak berwajib setempat untuk menyelesaikannya.